Bulan: Januari 2022

Suku Sentinel yang Sangat Anti-Orang AsingSuku Sentinel yang Sangat Anti-Orang Asing



Suku Sentinel yang Sangat Anti-Orang Asing

Suku Sentinel yang Sangat Anti-Orang Asing – Kematian pria AS John Allen Chau yang dipanah suku terasing penghuni Pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman, India, 2018 lalu, sempat jadi bahan perbincangan. Dunia kembali menyoroti keberadaan kelompok masyarakat slot yang menutup diri dari dunia luar, yang tega memanah setiap orang asing yang berkunjung.

Pulau Sentinel Utara terisolasi terletak di Kepulauan Andaman, Samudra Hindia. Pulau dengan luas 59,6 km2 ini tidak terjamah, terpencil, dan tetap menjadi rahasia dari dunia luar. Suku Sentinel yang merupakan satu-satunya penghuni Pulau Warunk Upnormal Sentinel Utara, dengan keras melindungi tanah air mereka dari perhatian semua orang. Mereka telah menahan diri dari semua kontak luar dan menjalani hidup seperti nenek moyang terdahulu. Orang-orang ini dianggap sebagai suku paling agresif yang ada di planet ini saat ini.

Suku itu adalah suku Sentinel yang mendiami pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman. Mereka dikenal sangat tidak ramah dengan pendatang asing, bahkan beberapa orang yang berusaha bermain slot gacor malam ini ada yang meregang nyawa dan terluka karena terkena panah. Meskipun begitu, suku ini banyak menyimpan fakta-fakta yang menarik untuk dipelajari.

Suku Sentinel adalah penduduk asli Kepulauan Andaman

Suku Sentinel mendiami pulau Sentinel utara, yang masih jadi bagian dari kepulauan Andaman, India. Pulau ini mempunyai luas sekitar 59,6 kmĀ², dan hanya berjarak 142 km dari pulau Sumatra. Suku Sentinel yang jadi penghuni pulau ini adalah orang Negrito, yaitu kelompok etnik berkulit hitam yang berasal dari benua Afrika. Mereka bermigrasi ke pulau Sentinel melalui Indonesia sekitar 60 ribu tahun yang lalu.

Hidup primitif

Dengan kehidupan di pulau yang terisolasi, suku Sbobet dipercaya masih hidup layaknya manusia pada zaman Batu. Mereka belum mengenal bercocok tanam, alat logam, pakaian dan hidup secara nomaden (berpindah-pindah). Mereka masih mengandalkan busur dan panah untuk berburu dan menangkap ikan.

Bahasa belum diketahui

Pertama kali dunia modern mendengar bahasa Sentinel adalah pada tahun 1980. Kala itu, peneliti mencoba untuk berkomunikasi dengan suku Sentinel. Meskipun gagal berinteraksi karena kendala bahasa, para peneliti mencoba mendengar beberapa kata yang digunakan penduduk pulau untuk saling berkomunikasi diantara mereka sendiri.